
JENGGOT MENURUT PANDANGAN ISLAM
Oleh : Yetendra
Banyak umat Islam yang perpendapat dan memandang ‘aneh’ terhadap orang Islam lain yang memelihara jenggot, namun keanehan yang sebenarnya adalah orang yang memandang jenggot itu aneh., padahal Dia mengaku beragama Islam.
Pernah seseorang mengatakan :
“Jenggot kan gaya zaman dulu. Sekarang zaman sudah berubah, sudah waktunya untuk tidak memakai Jenggot. Kuno dan tidak rapi”
Baiklah….
Zaman memang sudah berubah. Namun ketahuilah bahwa zaman boleh berubah tapi Alquran dan Hadits tidak akan pernah berubah !
Bukankah kita umat Islam disuruh berpegang teguh pada dua hal diatas? Yaitu Alquran dan Hadits ( Sunnah).
ALLAH SWT berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS Al-Baqarah, 2/208)
Kaffah atau keseluruhan yang dimaksud ayat diatas adalah bagaimana kehidupan kita sesuai dengan tata cara Islam. Baik dari cara beribadah, tingkah laku, kehidupan sehari – hari bahkan dalam berpenampilan sekalipun.
Tata cara kehidupan dan tingkah laku yang sesuai dengan islam telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw. sebagaimana firman Allah:
Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang-orang yang mengharapkan (rahmat) Allah (dan kedatangan) hari Kiamat dan dia banyak mengingat Allah. AL AHZAB, 33:21.
Maka barangsiapa yang mengikutiku, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku dan barangsiapa yang mendurhakai aku, maka sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. IBRAHIM, 14:36.
Benarkah Rasulullah memekai Jenggot?
Jawaban dari pertanyaan diatas terdapat pada banyak hadits yang sahih, diantaranya :
Dari Jabir berkata : Sesungguhnya Rasulullah lebat jenggotnya. H/R Muslim.
Dari Muamar berkata : Kami bertanya kepada Khabbab, adakah Rasulullah s.a.w membaca (al-Quran) di waktu Zuhur dan Asar? Beliau berkata : Ya! Kami bertanya, dari mana engkau tahu? Beliau menjawab : Dengan bergerak-geraknya jenggot baginda. H/R al Bukhari.
Dari Jabir berkata : Kebiasaannya Rasulullah s.a.w apabila bersikat dimulakan pada rambutnya kemudian pada jenggotnya. H/R Muslim.
Dari Umar berkata : Sesungguhnya Rasulullah s.a.w lebat jenggotnya, di riwayat yang lain tebal jenggotnya dan di lain riwayat pula subur janggutnya.
H/R at Turmizi.
Dari Anas bin Malik berkata : Sesungguhnya Rasulullah s.a.w apabila berwuduk meletakkan tapak tangannya yang berair ke bawah dagunya dan diratakan (air) di jenggotnya. Beliau bersabda : Beginilah aku disuruh oleh Tuhanku.
H/R Abu Daud.
Terdapat pada jenggot (Nabi s.a.w) jenggot yang putih. H/R Muslim.
Tidak kelihatan uban di jenggotnya kecuali sedikit. H/R Muslim.
Rambut yang putih (uban) di kepala dan di jenggot (Nabi Muhammad s.a.w) tidak melebihi dua puluh helai. H/R al-Bukhari.
Sahabat Pun Memakai Jenggot seperti keterangn hadits berikut :
Didapati Abu Bakar lebat janggutnya, Utsman jarang (tidak lebat) jenggotnya tetapi panjang, dan Ali tebal janggutnya. H/R Turmizi.
Berkata al-Bukhari : Ibn Umar menipiskan kumisnya sehingga kelihatan kulitnya yang putih dan memelihara jenggot dan jambangnya. Lihat: Fathulbari, jild 10, m/s 334.
Semasa Ibn Umar mengerjakan haji atau umrah, beliau menggenggam jenggotnya, mana yang lebih (dari genggamannya) dipotong. H/R al-Bukhari.
Pertanyaan berikutnya Apakah kita disuruh memakai Jenggot?
Abdullah bin Umar berkata : Bersabda Rasulullah s.a.w : Janganlah kamu menyerupai orang-orang Musyrikin, peliharalah jenggot kamu dan tipiskanlah misai (kumis) kamu. H/R al Bukhari, Muslim dan al Baihaqi.
Bersabda Rasulullah s.a.w : Janganlah kamu meniru (menyerupai) orang-orang Majusi (penyembah berhala) kerana mereka itu memotong (mencukur) jenggot mereka dan memanjangkan (memelihara) kumis mereka. H/R Muslim
Dari Abi Imamah : Bersabda Rasulullah s.a.w : Potonglah kumis kamu dan peliharalah jenggot kamu, tinggalkan (jangan meniru) Ahl al-Kitab. Hadith sahih, H/R Ahmad dan at Tabrani.
Dari Aisyah berkata : Bersabda Rasulullah s.a.w : Sepuluh perkara dari fitrah (dari sunnah nabi-nabi) di antaranya ialah mencukur kumis dan memelihara jenggot.
H/R Ahmad, Muslim, Abu Daud, at Turmizi, an Nasaii dan Ibn Majah.
Mentaati Allah dan Rasulnya dalam setiap aspek adalah bukti kukuh yang menandakan seseorang itu benar-benar mencintai Allah s.w.t dan RasulNya, kerana syarat untuk mencintai Allah dan RasulNya ialah ketaatan. Sebagaimana firman Allah:
Katakanlah jika kamu (benar-benar)mencintai Allah, ikutlah aku, nescaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. ALI IMRAN, 3:31.
Dan apa yang disampaikan oleh Rasul maka hendaklah kamu ambil (patuhi) dan apa yang dicegah kamu (dari melakukannya) maka hendaklah kamu tinggalkan. AL HASYAR, 59:7.
Bersabda Rasulullah s.a.w : Janganlah kamu meniru (menyerupai) orang-orang Majusi (penyembah berhala) kerana mereka itu memotong (mencukur) janggut mereka dan memanjangkan (memelihara) misai mereka. H/R Muslim
Dari Ibn Umar ra berkata : Bersabda Rasulullah s.a.w : Sesiapa yang menyerupai satu kaum, maka ia telah menjadi golongan mereka. H/R Ahmad, Abu Daud dan at Tabrani.
Sekarang terjawab sudah bahwa seorang lelaki muslim memang disuruh memelihara Jenggot karena memelihara dan memanjangkan jenggot termasuk sunnah. Dan perlu kita ketahui bahwa sekecil – kecilnya sunnah pahalanya melebihi langit, bumi beserta isinya.
Orang-orang yang beriman akan mentaati segala suruhan Allah dan RasulNya walaupun sekecil-kecilnya karena mereka mengimani bahwa suruhan Allah s.w.t wajib dipatuhi. Mereka menyadari jika suruhan yang kecil dan mudah tidak mampu dilaksanakan tentunya yang besar-besar akan ditinggalkan. Malah orang yang beriman akan sentiasa berpegang teguh dengan suruhan Allah s.w.t sebagaimana yang terdapat pada ayat di bawah ini:
Dan taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kepada Rasul(Nya) dan berhati-hatilah. Jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahawa sesungguhnya kewajipan Rasul Kami hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang. AL MAAIDAH, 5:92.
Dan Kami tidak mengutus seorang Rasul, melainkan untuk ditaati dengan izin Allah. AN NISAA 4:64.
Banyak memang bagian dari umat islam sendiri menganggap remeh bahkan melarang memelihara jenggot, namun dapat dimaklumi mungkin karena memang belum tahu. Tapi kalau ada seorang Ulama, Ustad atau Buya yang menganggap aneh atau tidak suka dengan orang yang memelihara jenggot, status Ulama, Ustad atau Buya-nya patut dipertanyakan !
Sekarang bagi yang memelihara jenggot, biarlah dianggap aneh asalkan kita berpedoman kepada dua hal yang ditinggalkan oleh Rasulullah yaitu Alquran dan Sunnah (hadits)
"Sesungguhnya bermula Islam datang dianggap aneh dan nanti Islam akan kembali dianggap aneh. Namun berbahagialah orang-orang yang dianggap aneh.", Para sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW, "Apakah yang dimaksud dengan orang-orang yang aneh tersebut?". Lalu Rasulullah SAW menjawab: "Orang yang melakukan kebaikan-kebaikan disaat orang-orang melakukan kerusakan." (HR. Muslim).
Terakhir…
Sekarang tinggal pilih. Dianggap aneh namun sesuai dengan Alquran dan Hadits (Sunnah) atau pilih mengikuti perubahan zaman tapi menyimpang dari Islam?
Harapan saya setelah orang membaca tulisan ini, jika orang yang biasanya melihat orang yang memelihara jenggot beranggapan :
ah.. itu tabligh, ah itu buser, atau malahan ah kamu seperti kambing. ( astaughfirullah ! ) berarti mereka menganggap Rasulullah juga kambing! (berilah mereka hidayah-MU ya Allah)
Tapi setelah mengetahui, tentang jenggot dalam pandangan islam jika bertemu dengan orang yang memelihara jenggot, mudah-mudahan mereka akan berkata :
Itu orang Muslim, atau itu orang Muslim yang mampu amalkan Sunnah Rasulullah disaat orang lain melalaikannya. Amin.....
Yetendra
Bekerja di
Radio RB FM
Jl. Kampung Surau No. 350 Pulau Punjung
Dharmasraya
Email : tjbayu@yahoo.co.id
Juga sebagai pegawai tidak tetap pada
Bagian Perekonomian
Sekretariat Daerah Kabupaten Dharmasraya