Bulan suci Ramadhan 1429 H / 2008 sebentar lagi akan tiba.
Sudahkah kita bersiap-siap menyambutnya?
Menyambut bukan dengan acara seremonial atau arak-arakan pawai......
yang paling penting adalah sudahkah kita mempersiapkan diri untuk menfokuskan diri beribadah di bulan ramadhan.
Bayangkan. sekian lama kita di sibukkan dengan perkara dunia. Cobalah untuk 'sedikit' mengurangi kesibukan dunia dan memperbanyak kesibukan untuk akhirat selama bulan ramadhan. Tidak ada alasan jika hanya karena pekerjaan atau urusan dunia meninggalkan ibadah2 di bulan puasa.
jadikanlah dunia untuk tujuan mencapai akhirat, jangan sampai tinggalkan akhirat hanya demi kepentingan dunia.
Seorang Ayah mempunyai seorang anak yang disayangi, sementara itu dia juga mempunyai seekor kambing yang juga dia senangi.
Jika anaknya sakit, adalah sangat wajar jika Ayah menjual kambing untuk biaya berobat anaknya, walaupun kambing yang Dia senangi.
Namun bagaimana jika kambingnya yang sakit?
Apakah pantas seorang Ayah menjual anaknya demi mengobati si Kambing???
Perumpamaan kambing adalah dunia dan sang anak adalah akhirat.
Jangan sampai menjual akhirat hanya demi dunia. tapi sah-sah saja jika demi akhirat kita lepaskan sedikit keuntungan di dunia.
Mari sama-sama niat untuk benar-benar beribadah dan memperbanyak ibadah selama bulan Ramadhan, Amin.....
Jumat, 15 Agustus 2008
Kamis, 14 Agustus 2008
IKHLAS
Menurut ulama ciri-ciri orang yang ikhlas dalam beribadah yang dominan ada 2 kategori
1. Dihina (dihujat) atau dipuji bagi mereka sama saja
2. Disaat banyak orang dan disaat sendiri ibadah mereka tetap sama
1. Dihina (dihujat) atau dipuji bagi mereka sama saja
2. Disaat banyak orang dan disaat sendiri ibadah mereka tetap sama
Kisah Nyata dari Jepang : Kasih Ibu Sepanjang Masa

Sebuah Keluarga Kecil di Jepang yang terdiri dari 1 Ibu dan 1 orang anak
Seorang gadis yang hidup serumah dengan ibunya yang telah LANSIA..
Bertahan terhadap berbagai terpaan hidup dan kesulitan ekonomi..
Gadis ini sangat kesulitan dalam memenuhi kebutuhan keluarga kecilnya,
Apalagi memantijompokan ibunya yang sudah tua..
Ia tak punya uang untuk itu..
Ketika deraan hidup tak mampu lagi ia jalani..
Gadis itu berniat membawa ibunya ke suatu tempat yang tidak membutuhkan biaya sedikitpun, agar ia tak lagi terbebani oleh ibunya.
Dimana??: DI HUTAN!!
Pagi sekali, ia bergegas mengambil selembar kain dan menghampiri ibunya yang sedang terbaring sakit-sakitan.
Dengan nada lembut bak kasih sayang seorang anak ia membujuk ibunya untuk jalan-jalan ke suatu tempat.
Ibu tua yang sakit-sakitan itu, dengan cinta kasih terhadap anaknya menuruti permintaan si anak.
Digendonglah ibu tersebut ke tempat yang jauh dari rumah, tak ada orang-orang ataupun perkampungan dalam perjalanannya menuju hutan.
Dalam perjalanan ditengah hutan, ibu menangis pilu..
Karena ia tahu bahwa anaknya tak lagi membutuhkannya.
Sambil digendong oleh anaknya, ia mematahkan ranting-ranting semak yang ia lewati sebagai penanda jalan.
Tapi anak gadisnya tahu apa yang dilakukan ibunya.
Si anak membiarkannya karena berpikir ibunya juga sudah tak mampu berjalan sejauh yang ia tempuh..
Tibalah anak dan ibu itu disuatu tempat yang amat sunyi dimana suara-suara aktivitas manusia tak terdengar sedikit pun.
Sambil menangis pilu ia membujuk ibunya untuk turun dari gendongannya dan berkata:
Ibu, tunggu aku sebentar disini, aku ingin mengambil sesuatu disana..
Si ibu dengan ikhlas turun dari gendongan anaknya sambil menatap pilu anaknya..
Tatapan itu membuat anaknya makin iba..
Hingga anak itu tak kuat dan akhirnya berkata jujur:
Aku membuang ibu di hutan ini karena tak mampu lagi menghidupimu!!
Sambil terisak pilu:
Anak tersebut kembali bertanya pada ibunya..
Ibu, kenapa kamu mematahkan ranting-ranting semak dalam perjalanan tadi sedangkan engkau sendiri sudah tak mampu berjalan sejauh itu untuk pulang…
Dijawab sang ibu dengan penuh air mata cinta kasih:
PETANDA JALAN ITU UNTUK KAMU ANAKKU,
Agar nanti ketika engkau pulang tidak tersesat di hutan!!
Mendengar perkataan ibunya:
Tubuhnya terbujur kaku, seolah ia menjadi manusia terkeji dimuka bumi..
Gadis tersebut tak berucap apa-apa…
Dengan air mata penyesalan, ia langsung menyambar tubuh kurus ibunya yang tergeletak rapuh ditanah..
Untuk ia gendong kembali ke rumahnya…
Akhir cerita, ibu dan anak itu memilih untuk tetap hidup bersama…
Walau dalam dera hidup yang amat sangat..
------ 000 ------
Seorang gadis yang hidup serumah dengan ibunya yang telah LANSIA..
Bertahan terhadap berbagai terpaan hidup dan kesulitan ekonomi..
Gadis ini sangat kesulitan dalam memenuhi kebutuhan keluarga kecilnya,
Apalagi memantijompokan ibunya yang sudah tua..
Ia tak punya uang untuk itu..
Ketika deraan hidup tak mampu lagi ia jalani..
Gadis itu berniat membawa ibunya ke suatu tempat yang tidak membutuhkan biaya sedikitpun, agar ia tak lagi terbebani oleh ibunya.
Dimana??: DI HUTAN!!
Pagi sekali, ia bergegas mengambil selembar kain dan menghampiri ibunya yang sedang terbaring sakit-sakitan.
Dengan nada lembut bak kasih sayang seorang anak ia membujuk ibunya untuk jalan-jalan ke suatu tempat.
Ibu tua yang sakit-sakitan itu, dengan cinta kasih terhadap anaknya menuruti permintaan si anak.
Digendonglah ibu tersebut ke tempat yang jauh dari rumah, tak ada orang-orang ataupun perkampungan dalam perjalanannya menuju hutan.
Dalam perjalanan ditengah hutan, ibu menangis pilu..
Karena ia tahu bahwa anaknya tak lagi membutuhkannya.
Sambil digendong oleh anaknya, ia mematahkan ranting-ranting semak yang ia lewati sebagai penanda jalan.
Tapi anak gadisnya tahu apa yang dilakukan ibunya.
Si anak membiarkannya karena berpikir ibunya juga sudah tak mampu berjalan sejauh yang ia tempuh..
Tibalah anak dan ibu itu disuatu tempat yang amat sunyi dimana suara-suara aktivitas manusia tak terdengar sedikit pun.
Sambil menangis pilu ia membujuk ibunya untuk turun dari gendongannya dan berkata:
Ibu, tunggu aku sebentar disini, aku ingin mengambil sesuatu disana..
Si ibu dengan ikhlas turun dari gendongan anaknya sambil menatap pilu anaknya..
Tatapan itu membuat anaknya makin iba..
Hingga anak itu tak kuat dan akhirnya berkata jujur:
Aku membuang ibu di hutan ini karena tak mampu lagi menghidupimu!!
Sambil terisak pilu:
Anak tersebut kembali bertanya pada ibunya..
Ibu, kenapa kamu mematahkan ranting-ranting semak dalam perjalanan tadi sedangkan engkau sendiri sudah tak mampu berjalan sejauh itu untuk pulang…
Dijawab sang ibu dengan penuh air mata cinta kasih:
PETANDA JALAN ITU UNTUK KAMU ANAKKU,
Agar nanti ketika engkau pulang tidak tersesat di hutan!!
Mendengar perkataan ibunya:
Tubuhnya terbujur kaku, seolah ia menjadi manusia terkeji dimuka bumi..
Gadis tersebut tak berucap apa-apa…
Dengan air mata penyesalan, ia langsung menyambar tubuh kurus ibunya yang tergeletak rapuh ditanah..
Untuk ia gendong kembali ke rumahnya…
Akhir cerita, ibu dan anak itu memilih untuk tetap hidup bersama…
Walau dalam dera hidup yang amat sangat..
------ 000 ------
Catt: Buat yang suka melawan pada orang tua terutama Ibu...
Segera minta maaf dan bertaubat.
karena sesungguhnya ridhon Allah SWT. terletak pada ridho sang Ibu
Ibu... maafkan anakmu.......
Rabu, 13 Agustus 2008
Jasad Rasulullah Dicuri
Percaya gak, klo ternyata jasad nabi Muhammad SAW pernah terusik dan nyaris di curi oleh orang kafir laknatullah. Sebelum akhirnya Allah menyelamatkannya dari rencana jahat yang mengancam sang nabi tercinta. Peristiwa yang memilukan dan nyaris menampar wajah umat islam ini terjadi pada tahun 1164 M atau 557 H, sebagaimana telah dicatat oleh sejarawan Ali Hafidz dalam kitab Fusul min Tarikhi AL-Madinah Al Munawaroh.
Sebagaimana tlah kita ketahui bahwa hampir dapat dipastikan bahwa sebagian besar orang yang berziarah ke masjid Nabawi pasti tak pernah lupa untuk menghampiri makam Rasulullah yang diapit oleh makam Sayyidina Abu Bakar dan Sayyidina Umar. Mereka berbondong-bondong menuju makam sang nabi Fenomenal itu. Untuk sekedar melihat atau berdoa.
Peristiwa ini dilatarbelakangi oleh kondisi umat islam pada masa dinasti Abbasiyah di Baghdad dimana kondisi umat Islam yang semakin melemah dan berdiri beberapa kerajaan Islam di beberapa daerah. Tentunya hal ini tak di sia-siakan begitu saja oleh orang-orang nasrani yang merasa kesempatan emas mencoreng wajah umat Islam dan membuat umat Islam jatuh ada di depan mata. Karena ternyata diketahui diam-diam mereka telah menyusun rencana untuk mencuri jasad Nabi Muhammad. Setelah terjadi kesepakatan oleh para penguasa Eropa, mereka pun mengutus dua orang nasrani untuk menjalankan misi keji itu. Misi itu mereka laksanakan bertepatan dengan musim haji. Dimana pada musim itu banyak jamaah haji yang datang dari berbagai penjuru dunia untuk melaksanakan ibadah haji. Kedua orang nasrani ini menyamar sebagai jamaah haji dari Andalusia yang memakai pakaian khas Maroko. Kedua spionase itu ditugaskan melakukan pengintaian awal kemungkinan untuk mencari kesempatan mencuri jasad Nabi SAW.
Setelah melakukan kajian lapangan, keduanya memberanikan diri untuk menyewa sebuah penginapan yang lokasinya dekat dengan makam Rasulullah. Mereka membuat lubang dari dalam kamarnya menuju makam Rasulullah.
Belum sampai pada akhir penggalian, rencara tersebut telah digagalkan oleh Allah melalui seorang hamba yang akhirnya mengetahui rencana busuk itu
Sultan Nuruddin Mahmud bin Zanki, adalah seorang hamba sekaligus penguasa Islam kala itu yang mendapatkan petunjuk melalui mimpi akan ancaman terhadap makam Rasulullah.
Sultan mengaku bermimpi bertemu dengan Rasulullah sambil menunjuk dua orang lelaki berambut pirang dan berujar: “ Wahai Mahmud, selamatkan jasadku dari maksud jahat kedua orang ini.” Sultan terbangun dalam keadaan gelisah lalu beliau melaksanakan sholat malam dan kembali tidur. Namun, Sultan Mahmud kembali bermimpi berjumpa Rasulullah hingga tiga kali dalam semalam.
Malam itu juga Sultan segera mempersiapkan diri untuk melakukan perjalanan dari damaskus ke madinah yang memakan waktu 16 hari, dengan mengendarai kuda bersama 20 pengawal serta banyak sekali harta yang diangkut oleh puluhan kuda. Sesampainya di Madinah, sultan langsung menuju Masjid Nabawi untuk melakukan sholat di Raudhah dan berziarah ke makam Nabi SAW. Sultan bertafakur dan termenung dalam waktu yang cukup lama di depan makam Nabi SAW.
Lalu menteri Jamaluddin menanyakan sesuatu, “Apakah Baginda Sultan mengenal wajah kedua lelaki itu? “Iya”, jawab Sultan Mahmud.
Maka tidak lama kemudian Menteri Jamaludin mengumpulkan seluruh penduduk Madinah dan membagikan hadiah berupa bahan makanan sambil mencermati wajah orang yang ada dalam mimpinya. Namun sultan tidak mendapati orang yang ada di dalam mimpi itu diantara penduduk Madinah yang datang mengambil jatah makanan. Lalu menteri Jamaluddin menanyakan kepada penduduk yang masih ada di sekitar Masjid Nabawi. “Apakah diantara kalian masih ada yang belum mendapat hadiah dari Sultan?”
Tidak ada, seluruh penduduk Madinah telah mendapat hadiah dari Sultan, kecuali dua orang dari Maroko tersebut yang belum mengambil jatah sedikitpun. Keduanya orang saleh yang selalu berjamaah di Masjid Nabawi.” Ujar seorang penduduk.
Kemudian Sultan memerintahkan agar kedua orang itu dipanggil. Dan alangkah terkejutnya sultan, melihat bahwa kedua orang itu adalah yang ia lihat dalam mimpinya. Setelah ditanya, mereka mengaku sebagai jamaah dari Andalusia Spanyol. Meski sultan sudah mendesak bertanya tentang kegiatan mereka di Madinah. Mereka tetap tidak mau mengaku. Sehingga sultan meninggalkan kedua lelaki itu dalam keadaan penjagaan yang ketat.
Kemudian sultan bersama menteri dan pengawalnya pergi menuju ke penginapan kedua orang tersebut. Sesampainya di rumah itu yang di temuinya adalah tumpukan harta, sejumlah buku dalam rak dan dua buah mushaf al-Qur’an. Lalu sultan berkeliling ke kamar sebelah. Saat itu Allah memberikan ilham, sultan Mahmud tiba-tiba berinisiatif membuka tikar yang menghampar di lantai kamar tersebut. Masya Allah, Subhanallah, ditemukan sebuah papan yang di dalamnya menganga sebuah lorong panjang, dan setelah diikuti ternyata lorong itu menuju ke makam Nabi Muhammad.
Seketika itu juga, sultan segera menghampiri kedua lelaki berambut pirang tersebut dan memukulnya dengan keras. Setelah bukti ditemukan, mereka mengaku diutus oleh raja Nasrani di Eropa untuk mencuri jasad Nabi SAW. Pada pagi harinya, keduanya dijatuhi hukum penggal di dekat pintu timur makam Nabi SAW. Kemudian sultan Mahmud memerintahkan penggalian parit di sekitar makam Rasulullah dan mengisinya dengan timah. Setelah pembangunan selesai, sultan Mahmud dan rombongan pulang ke negeri Syam untuk kembali memimpin kerajaannya.
Copast dari: http://angkatan270207.wordpress.com
Sebagaimana tlah kita ketahui bahwa hampir dapat dipastikan bahwa sebagian besar orang yang berziarah ke masjid Nabawi pasti tak pernah lupa untuk menghampiri makam Rasulullah yang diapit oleh makam Sayyidina Abu Bakar dan Sayyidina Umar. Mereka berbondong-bondong menuju makam sang nabi Fenomenal itu. Untuk sekedar melihat atau berdoa.
Peristiwa ini dilatarbelakangi oleh kondisi umat islam pada masa dinasti Abbasiyah di Baghdad dimana kondisi umat Islam yang semakin melemah dan berdiri beberapa kerajaan Islam di beberapa daerah. Tentunya hal ini tak di sia-siakan begitu saja oleh orang-orang nasrani yang merasa kesempatan emas mencoreng wajah umat Islam dan membuat umat Islam jatuh ada di depan mata. Karena ternyata diketahui diam-diam mereka telah menyusun rencana untuk mencuri jasad Nabi Muhammad. Setelah terjadi kesepakatan oleh para penguasa Eropa, mereka pun mengutus dua orang nasrani untuk menjalankan misi keji itu. Misi itu mereka laksanakan bertepatan dengan musim haji. Dimana pada musim itu banyak jamaah haji yang datang dari berbagai penjuru dunia untuk melaksanakan ibadah haji. Kedua orang nasrani ini menyamar sebagai jamaah haji dari Andalusia yang memakai pakaian khas Maroko. Kedua spionase itu ditugaskan melakukan pengintaian awal kemungkinan untuk mencari kesempatan mencuri jasad Nabi SAW.
Setelah melakukan kajian lapangan, keduanya memberanikan diri untuk menyewa sebuah penginapan yang lokasinya dekat dengan makam Rasulullah. Mereka membuat lubang dari dalam kamarnya menuju makam Rasulullah.
Belum sampai pada akhir penggalian, rencara tersebut telah digagalkan oleh Allah melalui seorang hamba yang akhirnya mengetahui rencana busuk itu
Sultan Nuruddin Mahmud bin Zanki, adalah seorang hamba sekaligus penguasa Islam kala itu yang mendapatkan petunjuk melalui mimpi akan ancaman terhadap makam Rasulullah.
Sultan mengaku bermimpi bertemu dengan Rasulullah sambil menunjuk dua orang lelaki berambut pirang dan berujar: “ Wahai Mahmud, selamatkan jasadku dari maksud jahat kedua orang ini.” Sultan terbangun dalam keadaan gelisah lalu beliau melaksanakan sholat malam dan kembali tidur. Namun, Sultan Mahmud kembali bermimpi berjumpa Rasulullah hingga tiga kali dalam semalam.
Malam itu juga Sultan segera mempersiapkan diri untuk melakukan perjalanan dari damaskus ke madinah yang memakan waktu 16 hari, dengan mengendarai kuda bersama 20 pengawal serta banyak sekali harta yang diangkut oleh puluhan kuda. Sesampainya di Madinah, sultan langsung menuju Masjid Nabawi untuk melakukan sholat di Raudhah dan berziarah ke makam Nabi SAW. Sultan bertafakur dan termenung dalam waktu yang cukup lama di depan makam Nabi SAW.
Lalu menteri Jamaluddin menanyakan sesuatu, “Apakah Baginda Sultan mengenal wajah kedua lelaki itu? “Iya”, jawab Sultan Mahmud.
Maka tidak lama kemudian Menteri Jamaludin mengumpulkan seluruh penduduk Madinah dan membagikan hadiah berupa bahan makanan sambil mencermati wajah orang yang ada dalam mimpinya. Namun sultan tidak mendapati orang yang ada di dalam mimpi itu diantara penduduk Madinah yang datang mengambil jatah makanan. Lalu menteri Jamaluddin menanyakan kepada penduduk yang masih ada di sekitar Masjid Nabawi. “Apakah diantara kalian masih ada yang belum mendapat hadiah dari Sultan?”
Tidak ada, seluruh penduduk Madinah telah mendapat hadiah dari Sultan, kecuali dua orang dari Maroko tersebut yang belum mengambil jatah sedikitpun. Keduanya orang saleh yang selalu berjamaah di Masjid Nabawi.” Ujar seorang penduduk.
Kemudian Sultan memerintahkan agar kedua orang itu dipanggil. Dan alangkah terkejutnya sultan, melihat bahwa kedua orang itu adalah yang ia lihat dalam mimpinya. Setelah ditanya, mereka mengaku sebagai jamaah dari Andalusia Spanyol. Meski sultan sudah mendesak bertanya tentang kegiatan mereka di Madinah. Mereka tetap tidak mau mengaku. Sehingga sultan meninggalkan kedua lelaki itu dalam keadaan penjagaan yang ketat.
Kemudian sultan bersama menteri dan pengawalnya pergi menuju ke penginapan kedua orang tersebut. Sesampainya di rumah itu yang di temuinya adalah tumpukan harta, sejumlah buku dalam rak dan dua buah mushaf al-Qur’an. Lalu sultan berkeliling ke kamar sebelah. Saat itu Allah memberikan ilham, sultan Mahmud tiba-tiba berinisiatif membuka tikar yang menghampar di lantai kamar tersebut. Masya Allah, Subhanallah, ditemukan sebuah papan yang di dalamnya menganga sebuah lorong panjang, dan setelah diikuti ternyata lorong itu menuju ke makam Nabi Muhammad.
Seketika itu juga, sultan segera menghampiri kedua lelaki berambut pirang tersebut dan memukulnya dengan keras. Setelah bukti ditemukan, mereka mengaku diutus oleh raja Nasrani di Eropa untuk mencuri jasad Nabi SAW. Pada pagi harinya, keduanya dijatuhi hukum penggal di dekat pintu timur makam Nabi SAW. Kemudian sultan Mahmud memerintahkan penggalian parit di sekitar makam Rasulullah dan mengisinya dengan timah. Setelah pembangunan selesai, sultan Mahmud dan rombongan pulang ke negeri Syam untuk kembali memimpin kerajaannya.
Copast dari: http://angkatan270207.wordpress.com
Minggu, 03 Agustus 2008
CONTOH PEMIMPIN YANG MULIA ( UMAR r.a. )
Pada suatu malam, Umar r.a sedang meronda di suatu tempat disekitar kota Madinah dengan Aslam, hamba sahayanya, tiba-tiba terlihat cahaya api tidak jauh dari tempat mereka berada. Umar r.a berkata,
''Sepertinya ditengah-tengah padang pasir itu ada api menyala, mungkin itu milik suatu Kafilah yang kemalaman dan idak dapat memasuki kota. Mari kita lihat keadaan mereka.''
Setibanya mereka ditempat perkemahan itu, yang terlihat hanyalah seorang wanita dengan beberapa orang anaknya. Wanita itu sedang memasak air di dalam kuali. Sambil memberi salam Umar meminta izin untuk mendekatinya. Umar r.a bertanya ''Mengapa anak-anakmu menangis?''
Wanita itu menjawab, ''Mereka menangis karena kelaparan"
Umar r.a bertanya lagi "Apa yang engkau masak itu?"
Wanita itu menjawab, "Hanya air untuk menghibur mereka supaya mereka tertidur dan menyangka makanan akan disediakan untuk mereka. Semoga Allah menerima pengaduan saya pada hari Kiamat mengenai Amirul Mikminin Umar r.a tidak mempedulikan saya dalam keadaan menderita."
Umar r.a berkata sambil menangis, "Semoga Allah merahmatimu, tetapi bagaimana Umar dapat mengetahui tentang penderitaanmu?"
Wanita itu menjawab "Seorang Amir (Pemimpin-tj.) seharusnya mengetahui keadaan setiap rakyatnya."
Mendengar jawaban wanita tersebut, Umar r.a mengajak Aslam untuk segera kembali ke Madinah. Setibanya di Madinah beliau mengisi sebuah karung dengan gandum, kurma, minyak dan pakaian serta sedikit uang dari Baitul Mal. Setelah karung itu penuh, ia berkata kepada Aslam r.a., "Letakkan karung ini diatas pundakku!"
Aslam berkata "Tidak, biar saya saja yang memikulnya."
Umar r.a. menjawab, " Apakah engkau yang akan menanggung dosa-dosaku pada hari kiamat nanti? Tidak, akulah yang harus memikulnya, karena akulah kelak yang akan diminta pertanggungjawaban tentang wanita itu."
Denga perasaan serba salah, Aslam meletakkan karung itu dipundak Umar. Umar r.a. pun berjalan dengan tergesa-gesa ke arah kemah wanita tadi dan diikuti oleh Aslam.
Ketika sampai dikemah, Umar r.a. segera memasukkan sedikit tepung gandum, kurma, dan minyak kedalam kuali tadi, lalu mengaduknya. Dia sendiri meniup bara untuk menyalakan api. Demikianlah yang diceritakan Aslam.
Aslam melanjutkan ceritanya, "Saya melihat asap mengenai Janggutnya. Tak lama kemudian makanan itu telah siap, lalu Umar r.a. menghidangkan makanan kepada keluarga miskin itu. Demikian bahagianya Umar r.a. melihat mereka makan. Melihat keadaan anak-anaknya yang bermain riang, wanita itu berkata "Semoga Allah memberimu balasan yang baik, sesungguhnya engkaulah yang pantas menjdai khalifah dari pada Umar."
Umar r.a. menghibur hati wanita itu lalu berkata "Apabila engkau datang menemui khalifah, engkau akan menjumpai saya disana."
Setelah melihat anak-anak itu bermain, kemudian Umar beranjak dari situ. Dalam perjalanan pulang Umar bertanya kepada Aslam, "Tahukah engkau, mengapa saya duduk disitu beberapa lama?" Saya ingin melihat mereka bermain dan mendengar tawanya, karena sebelumnya saya melihat mereka menangis karena kelaparan."
Saudara Pembaca....
Kira-kira masih ada nggak, di zaman sekarang ini Pemimpin yang mempunyai hati se mulia khalifah Umar r.a.?
''Sepertinya ditengah-tengah padang pasir itu ada api menyala, mungkin itu milik suatu Kafilah yang kemalaman dan idak dapat memasuki kota. Mari kita lihat keadaan mereka.''
Setibanya mereka ditempat perkemahan itu, yang terlihat hanyalah seorang wanita dengan beberapa orang anaknya. Wanita itu sedang memasak air di dalam kuali. Sambil memberi salam Umar meminta izin untuk mendekatinya. Umar r.a bertanya ''Mengapa anak-anakmu menangis?''
Wanita itu menjawab, ''Mereka menangis karena kelaparan"
Umar r.a bertanya lagi "Apa yang engkau masak itu?"
Wanita itu menjawab, "Hanya air untuk menghibur mereka supaya mereka tertidur dan menyangka makanan akan disediakan untuk mereka. Semoga Allah menerima pengaduan saya pada hari Kiamat mengenai Amirul Mikminin Umar r.a tidak mempedulikan saya dalam keadaan menderita."
Umar r.a berkata sambil menangis, "Semoga Allah merahmatimu, tetapi bagaimana Umar dapat mengetahui tentang penderitaanmu?"
Wanita itu menjawab "Seorang Amir (Pemimpin-tj.) seharusnya mengetahui keadaan setiap rakyatnya."
Mendengar jawaban wanita tersebut, Umar r.a mengajak Aslam untuk segera kembali ke Madinah. Setibanya di Madinah beliau mengisi sebuah karung dengan gandum, kurma, minyak dan pakaian serta sedikit uang dari Baitul Mal. Setelah karung itu penuh, ia berkata kepada Aslam r.a., "Letakkan karung ini diatas pundakku!"
Aslam berkata "Tidak, biar saya saja yang memikulnya."
Umar r.a. menjawab, " Apakah engkau yang akan menanggung dosa-dosaku pada hari kiamat nanti? Tidak, akulah yang harus memikulnya, karena akulah kelak yang akan diminta pertanggungjawaban tentang wanita itu."
Denga perasaan serba salah, Aslam meletakkan karung itu dipundak Umar. Umar r.a. pun berjalan dengan tergesa-gesa ke arah kemah wanita tadi dan diikuti oleh Aslam.
Ketika sampai dikemah, Umar r.a. segera memasukkan sedikit tepung gandum, kurma, dan minyak kedalam kuali tadi, lalu mengaduknya. Dia sendiri meniup bara untuk menyalakan api. Demikianlah yang diceritakan Aslam.
Aslam melanjutkan ceritanya, "Saya melihat asap mengenai Janggutnya. Tak lama kemudian makanan itu telah siap, lalu Umar r.a. menghidangkan makanan kepada keluarga miskin itu. Demikian bahagianya Umar r.a. melihat mereka makan. Melihat keadaan anak-anaknya yang bermain riang, wanita itu berkata "Semoga Allah memberimu balasan yang baik, sesungguhnya engkaulah yang pantas menjdai khalifah dari pada Umar."
Umar r.a. menghibur hati wanita itu lalu berkata "Apabila engkau datang menemui khalifah, engkau akan menjumpai saya disana."
Setelah melihat anak-anak itu bermain, kemudian Umar beranjak dari situ. Dalam perjalanan pulang Umar bertanya kepada Aslam, "Tahukah engkau, mengapa saya duduk disitu beberapa lama?" Saya ingin melihat mereka bermain dan mendengar tawanya, karena sebelumnya saya melihat mereka menangis karena kelaparan."
Saudara Pembaca....
Kira-kira masih ada nggak, di zaman sekarang ini Pemimpin yang mempunyai hati se mulia khalifah Umar r.a.?
Langgan:
Entri (Atom)